Sherry Jones: Mengenakan Nikab Hanyalah Menyenangkan Tuhan

Sherry Jones: Mengenakan Nikab Hanyalah Menyenangkan Tuhan

Jaka

“Sebagai seorang feminis, saya terkejut mendengar perempuan mendukung hak untuk memakai jilbab, mereka justru menganggap mengenakan pakaian yang serba tertutup itu adalah kebebasan,” tulis Jones dalam sebuah artikelnya “It’s not Islam, It’s Hegemony” yang dimuat di The Hufftington Post, Senin
(18/4/2011). Menurut Jones, seharusnya Muslimah Perancis menerima aturan pelarangan menggunakan cadar di depan umum dengan merayakan kebebasannya.

Jones menganggap selama ini jilbab ataupun cadar merupakan lambang pengekangan Muslimah. Jones mendukung keputusan Presiden Prancis Nicolas Sarkozy memberlakukan peraturan larangan bercadar tersebut. Menurutnya, tidak ada ayat dalam Al Qur’an yang mengharuskan perempuan menggunakan nikab, bersembunyi dibalik “layar” abaya dan cadar. Dia pun menyatakan Al Qur’an hanya meminta Muslim untuk berpakaian sederhana pada pria dan wanita.
Jones menilai bahwa mengenakan cadar dan nikab hanyalah menyenangkan Tuhan, namun harusnya tidak menghalangi perempuan dari kebenaran lantaran adanya pilihan yangdiberikan. Jonespun mengungkapkan keheranannya
terhadap kerelaan Muslimah Perancis yang
mau membayarkan denda bagi Muslimah yang
dikenai denda. “Sangat tidak masuk akal ada
seorang pengusaha Muslimah Perancis yang
rela membayarkan denda setiap Muslimah yang ketahuan menggenakan jilbab atau
cadar.” tambahnya dalam artikel tersebut. Mengenakan niqab, yang hanya memiliki celah
untuk mata, atau burqa, yang meliputi mata
dengan layar mesh, membuat wanita tak
terlihat, mengisolasi mereka dari dunia sekitar
mereka, mencegah mereka dari berpartisipasi
sepenuhnya dalam masyarakat. Pakaian juga membatasi gerakan perempuan. “Jadi mengapa perempuan harus mengenakan
jilbab dan nikab?,” tanya Jones. Ia mengklaim,
jawaban di balik itu sederhana yakni hegemoni.
Jones menyatakan budaya patriarki yang
banyak diterapkan negara-negara Islam
mengharuskan perempuan menyembunyikan diri dari mata laki-laki, dan perempuan dipaksa
untuk menerima gagasan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s