CIA Sensor Buku 9/11

CIA Sensor Buku 9/11

DINAS Pusat Intelijen Amerika Serikat (AS)
CIA telah menyensor banyak bagian dari
sebuah buku tentang serangan 9/11 karya
seorang mantan agen FBI. CIA tidak akan mengizinkan publikasi seluruh
bagian memoar Ali H Soufan, mantan agen
Biro Penyelidik Federal FBI yang bertugas
bertahun-tahun di pusat pertempuran
melawan Al-Qaeda, demikian New York
Times melaporkan, Kamis (25/8). Dalam buku itu, Soufan berpendapat bahwa
CIA melewatkan kesempatan untuk
menggagalkan insiden 9/11 dengan
menyembunyikan informasi dari FBI.
Informasi itu tentang dua pembajak 9/11
yang tinggal di San Diego.

Soufan juga memberi rincian dan cerita dari
tangan pertama tentang langkah agen mata-
mata AS untuk melakukan penyiksaan brutal
terhadap para tahanan yang diinterogasi. Dia
mengatakan metode kasar itu tidak perlu
dan kontraproduktif. Soufan, agen kontraterorisme yang
memainkan peran sentral dalam sebagian
besar investigasi terorisme antara 1997
hingga 2005, telah mengatakan kepada
rekannya, bahwa dia yakin sensor atas
bukunya tidak bertujuan untuk melindungi keamanan nasional. Namun, sensor itu untuk
mencegah dia menceritakan seluruh episode
yang akan berakibat buruk terhadap CIA. Dalam surat yang dikirim pada 19 Agustus
kepada penasehat umum FBI, Valerie E
Caproni, pengacara Soufan, David N Kelley,
menulis, “Sumber yang dapat dipercaya
mengatakan kepada Tuan Soufan, CIA telah
membuat keputusan bahwa bukunya seharusnya tidak terbit karena akan
membuat malu lembaga.” Soufan menyebut sensor CIA sebagai
tindakan “konyol”. Dia bertekad akan
mengembalikan bagian yang disensor itu
pada edisi kedua.

Dia mengatakan, para pejabat
kontraterorisme AS memiliki kewajiban
untuk jujur dan mengakui, “kami telah
melakukan kesalahan dan mengecewakan
rakyat Amerika.” Buku berjudul “The Black Banners: The
Inside Story of 9/11 and War Against Al-
Qaeda” ditulis dengan bantuan Daniel
Freedman, rekan Soufan di sebuah
perusahaan keamanan New York, dan
dijadwalkan akan mulai dijual pada 12 September. Pegawai pemerintah AS yang memiliki izin
keamanan harus menyerahkan karya tulis
mereka untuk diperiksa dalam kaitan
dengan informasi rahasia sebelum
diterbitkan.

Namun, karena keputusan
tentang apa yang harus dihapus bisa sangat subjektif, maka pemeriksaan itu pun sering
menjadi kontroversi. Beberapa mantan mata-mata AS pernah
mengadu ke pengadilan untuk melawan
sensor atas buku mereka. Kementerian Pertahanan AS bahkan pernah
menghabiskan 50.000 dolar AS tahun lalu
untuk membeli dan menghancurkan seluruh
buku karya pejabat intelijen. Alasannya,
buku itu memuat banyak rahasia negara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s